Mandarin FBS UNESA dan Pesantren Berkolaborasi
Semangat intelektual menyala di Pondok Pesantren Islam Modern Al Muhibbin Jatirogo, Tuban, ketika dua dosen Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Seni UNESA — Yogi Bagus Adhimas, M.A. dan Rokhishotul Amaliyah, M.A. — dipercaya menjadi juri Debat Bahasa Mandarin dalam rangkaian Festival Seni Tahunan Al Muhibbin (FASTABIN) 2025.
Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bentuk kolaborasi strategis antara pesantren dan perguruan tinggi, menghadirkan sinergi kuat untuk mengembangkan literasi, budaya, dan pendidikan multibahasa di Indonesia.
Dengan dukungan Ibu Ustadzah Nuzulir Rohmah, S.Sa., M.H., acara ini menghadirkan atmosfer akademik yang dinamis. Sebanyak 10 tim dari jenjang SMP–SMA beradu argumen dalam bahasa Mandarin pada isu-isu global: dari penggunaan AI hingga investasi luar negeri. Antusiasme ratusan santri dan meriahnya UMKM lokal menjadikan FASTABIN 2025 layaknya pesta rakyat yang edukatif.
Ingin tahu bagaimana diskusi profesional di ndalem Ustadzah membuka peluang kerja sama jangka panjang dan penguatan pembelajaran Mandarin di pesantren?
Klik untuk membaca cerita lengkapnya di website Prodi Mandarin UNESA.
Share It On: