Kunjungan FSRD UNS ke FBS Unesa: Diskusi Strategis Pengembangan Program Studi Seni
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima kunjungan akademik dari Senat Akademik Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa, 16 September 2025, bertempat di Ruang Rapat FBS, Gedung T14, Kampus Lidah Wetan, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kunjungan ini diikuti oleh 24 delegasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat Akademik FSRD UNS, Prof. Dr. Rahmanu Widayat, M.Sn.. Pertemuan ini difokuskan pada diskusi strategi pengembangan dan pendirian program studi baru di bidang seni, sebuah proses yang memerlukan perencanaan yang matang, kajian mendalam, serta sinergi antar unsur fakultas dan universitas.
Rombongan FSRD UNS disambut hangat oleh Dekan FBS Unesa, Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D., didampingi oleh Wakil Dekan Bidang 2, Ibu Dr. Heny Subandiyah, M.Hum., serta Ketua Senat Akademik Fakultas (SAF) FBS Unesa, Ibu Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum dan Guru Besar Seni Rupa Bapak Prof. Dr. Drs. Djuli Djatiprambudi, M.Sn. sekaligus asesor BANPT dan LAMDIK.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut jajaran Koorprodi Cluster Seni dan Bahasa, di antaranya:
- Ibu Prof. Dr. Anik Juwariyah, M.Si.
- Ibu Dr. Setyo Yanuartuti, M.Si.
- Ibu Dra. Indah Chrysanti Angge, M.Sn.
- Bapak Agus Suwahyono, S.Sn., M.Pd.
- Bapak Marsudi, S.Pd., M.Pd.
- Bapak Tri Cahyo Kusumandyoko, S.Sn., M.Ds.
- Bapak Dr. Welly Suryandoko, S.Pd., M.Pd.
- Bapak Miftachul Amri, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D.
Kehadiran para pimpinan ini mencerminkan komitmen FBS Unesa dalam pengembangan seni dan budaya, sekaligus kesiapan untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan program studi.
Dalam sesi diskusi, Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D. memaparkan secara menyeluruh tahapan yang dilalui FBS Unesa dalam merintis pembukaan program studi baru. Beliau menekankan bahwa proses ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pengembangan akademik jangka panjang.
Langkah awal dimulai dengan diskusi internal bersama para Koorprodi untuk mengidentifikasi bidang seni yang memiliki prospek dan relevansi tinggi. Setelah bidang dipetakan, fakultas membentuk tim penyusun proposal dan dokumen pendukung, yang kemudian diajukan ke Subdirektorat Pembukaan dan Penutupan Program Studi.
“Proses kajian ini penting untuk memastikan setiap program studi yang dirintis benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri kreatif. Dengan demikian, program yang dibuka dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” jelas Dekan FBS Unesa Bapak Syafi’ul Anam.
Penjelasan ini membuka ruang dialog yang produktif, di mana para peserta saling bertukar pengalaman dan pemahaman terkait tantangan maupun peluang dalam pengembangan pendidikan seni.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Rahmanu Widayat, M.Sn. menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari FBS Unesa serta kesempatan untuk mempelajari proses yang telah dijalankan. Ia menyebutkan bahwa pertemuan ini memberi wawasan yang berharga dalam menyusun langkah pengembangan program studi di FSRD UNS.
Melalui pertemuan ini, kedua fakultas memperluas pemahaman tentang pengelolaan prodi seni serta membangun hubungan akademik yang lebih erat.
Ibu Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum., selaku Ketua Senat Akademik FBS Unesa, berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pendirian program studi harus dirancang dengan visi yang jelas dan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang 2 FBS Unesa, Dr. Heny Subandiyah, M.Hum., menegaskan pentingnya pertemuan ini sebagai forum saling berbagi dan memperkaya gagasan.
Kunjungan ini menjadi kesempatan penting bagi kedua fakultas untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperkuat jejaring akademik. Melalui dialog yang konstruktif, diharapkan muncul gagasan baru dalam pengembangan program studi seni yang relevan dengan perkembangan zaman.
FBS Unesa berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pengembangan pendidikan bahasa, seni, dan budaya, sekaligus menjadi mitra yang terbuka bagi institusi lain dalam mengembangkan inovasi dan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Share It On: