FBS UNESA Hadirkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Dukung Mahasiswa Hadapi UAS
Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan dan kesiapan akademik mahasiswa, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) menyelenggarakan Program Makan Bergizi Gratis bagi mahasiswa yang mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Program ini dilaksanakan selama periode 15–23 Desember 2025 dan secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa yang menjalani ujian pada jam pertama.
Kegiatan pembagian makan bergizi gratis dilaksanakan setiap pagi mulai pukul 06.30 hingga 07.30 WIB, bertempat di Joglo Fakultas Bahasa dan Seni UNESA. Sejak pagi hari, mahasiswa tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan untuk mendapatkan paket makanan sehat sebelum memasuki ruang ujian. Inisiatif ini menjadi bentuk dukungan nyata fakultas agar mahasiswa dapat mengikuti UAS dengan kondisi fisik yang prima, terutama bagi mereka yang harus memulai aktivitas akademik sejak pagi.
Melalui program ini, FBS UNESA berupaya menciptakan lingkungan akademik yang lebih humanis, ramah, dan suportif. Pemenuhan asupan gizi sebelum ujian dipandang sebagai bagian penting dari kesiapan belajar mahasiswa, sekaligus sebagai langkah konkret fakultas dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan riil mahasiswa. Program Makan Bergizi Gratis ini juga sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, penguatan Zona Integritas, serta komitmen FBS UNESA dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa.
Untuk mengikuti program ini, mahasiswa diwajibkan mengisi daftar presensi serta menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagai syarat pengambilan paket makanan. Antusiasme mahasiswa yang tinggi sejak hari pertama pelaksanaan menjadi cerminan apresiasi terhadap inisiatif fakultas yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada aspek kesehatan dan kenyamanan mahasiswa selama pelaksanaan UAS.
Dengan adanya program ini, FBS UNESA berharap mahasiswa dapat menjalani UAS dengan lebih tenang, fokus, dan optimal, sekaligus merasakan kehadiran kampus sebagai ruang belajar yang peduli dan berpihak pada kemanusiaan.
Share It On: