Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. menutup program Indonesia Online Course Fall 2025 dengan showcase bertema “Indonesia dalam Harmoni: Bahasa, Budaya, dan Kreasi”. Acara penutupan yang digelar secara hybrid pada hari Minggu, pukul 10.00 Eastern Time (22.00 WIB) ini berlangsung secara offline di KBRI Washington D.C. dengan kehadiran langsung para pemelajar dan tamu undangan, sementara para pengajar bergabung secara online melalui platform Zoom. Acara ini juga disiarkan langsung melalui YouTube Indonesian Embassy Washington D.C.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dr. Ir. Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc., membuka acara dengan menyampaikan kebanggaan atas pencapaian program ini. Beliau mengapresiasi kehadiran Rektor Institut Teknologi Bandung, Rektor Universitas Negeri Surabaya, dan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang turut bergabung secara daring. Dalam sambutannya, Duta Besar menyoroti pencapaian bersejarah di tahun 2025 dengan diakuinya Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Beliau juga menyampaikan kebanggaan atas pengakuan UNESCO terhadap Gamelan sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2021, serta berharap Gamelan Bali dapat tampil kembali di Kennedy Center for Art and Culture pada tahun 2026.
Tak kalah membanggakan, KBRI Washington D.C. baru saja menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia sebagai misi Indonesia dengan jumlah pembelajar Bahasa Indonesia terbanyak di seluruh dunia. Pencapaian ini tidak terlepas dari dedikasi para pengajar dan antusiasme luar biasa dari para peserta yang berasal dari lebih dari 30 negara bagian di Amerika Serikat. Semester ini berhasil melibatkan lebih dari 500 peserta dalam 28 kelas, mulai dari tingkat beginner, intermediate, hingga advanced.
Duta Besar menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah mendukung program ini dengan menyediakan pengajar BIPA yang berdedikasi dan profesional. Terima kasih juga disampaikan kepada Prof. Diah Ayu Maharani, drg., Ph.D., selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan yang telah mengatur acara ini.
Setelah sambutan Duta Besar, acara dilanjutkan dengan pidato dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, kemudian ditayangkan video pesan dari para rektor perguruan tinggi mitra. Acara berlanjut dengan perkenalan 18 pengajar BIPA yang mengampu kelas pada semester musim gugur 2025 melalui platform Zoom. Para pengajar ini memiliki latar belakang yang luar biasa, termasuk alumni Fulbright FLTA, pengajar yang ditugaskan Pusdaya, serta pengajar dari ITB, UNESA, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dari UNESA, terdapat empat pengajar yang berkontribusi aktif. Bu Afwin Sulistiawati yang merupakan Duta Bahasa Negara dari Pusdaya UNESA dan Bu Warsita N. Ardiyanti yang memulai karir di dunia kebipaan sejak 2020 dan pernah mengajar di KBRI United Kingdom mengajar kelas remaja bersama. Sementara itu, Bu Meilita Hardika yang memiliki pengalaman mengajar BIPA di KBRI Bern dan Doha serta di sekolah internasional Eropa di Surabaya dan Bu Nadia Nurfaizah mengajar kelas intermediate-low bersama.
Setelah perkenalan para pengajar, acara dilanjutkan dengan pemutaran video kompilasi proses belajar dari kelas anak usia dini, kelas anak, dan kelas remaja. Penampilan dibuka oleh Rafaela dan Nicole yang menyanyikan lagu “O Nani Keke” dalam bahasa Minahasa, dilanjutkan Charlotte yang bercerita tentang aktivitas favoritnya yaitu berenang, kemudian John menampilkan lagu “Bangun Pemudi Pemuda”. Rafael tampil dengan bercerita bertema “Saya Orang Indonesia Juga”, diikuti Kailana yang menyanyikan lagu “1, 2, 3 Sayang Semuanya”, serta Johan yang menampilkan lagu “Ada Sesuatu di Jogja”.
Program yang dimulai pada minggu pertama semester ini berhasil membuka 28 kelas dengan rincian 11 kelas pemula, 4 kelas intermediate, 1 kelas advanced, 3 kelas anak usia dini, 3 kelas anak, dan 6 kelas remaja. Kelas-kelas daring ini telah menjangkau anak-anak dari lebih dari 30 negara bagian di Amerika Serikat. Banyak dari mereka yang ingin hadir langsung untuk tampil di Kedutaan, namun karena kendala jarak, mereka menyiapkan video penampilan yang kemudian dipilih untuk ditayangkan, sementara video-video lainnya akan diunggah ke kanal YouTube KBRI Washington D.C.
Acara berlanjut dengan penyampaian pesan dan kesan dari orang tua pemelajar yang menyampaikan rasa terima kasih atas perkembangan anak-anak mereka dalam mempelajari Bahasa Indonesia. Kelas dewasa kemudian menampilkan pertunjukan Gamelan Bali di bawah bimbingan Bapak Nyoman Suwadin dengan membawakan Tabuh Gowa, Ma'alim Tabuh, dan Tabuh Gila, serta ditutup dengan Tari Puspanerestilo yang memukau.
Penampilan dilanjutkan dengan video dari kelas Bahasa Indonesia lainnya. Kelas intermediate menampilkan pembacaan pantun, Zack dari kelas lanjutan menyanyikan lagu “Tolong” dengan penuh penghayatan, Sarah dan Jose dari kelas lanjutan diajak ngobrol santai tentang serba-serbi Indonesia, serta pidato singkat dari kelas advanced yang menceritakan kenangan tentang pengalaman mendalang.
Showcase Indonesia Online Course Fall 2025 KBRI Washington D.C. ini menjadi bukti nyata meningkatnya minat masyarakat internasional terhadap Bahasa Indonesia. Kolaborasi antara KBRI Washington D.C., Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta perguruan tinggi seperti UNESA, ITB, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah membuahkan hasil yang membanggakan. Melalui program ini, Bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai jembatan untuk memahami kekayaan budaya Indonesia. BIPA UNESA dengan bangga berkontribusi dalam misi diplomasi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global dan siap melanjutkan kerja sama ini di semester-semester mendatang.
Penulis: Hidayah Uswatun
Share It On: