BIPA UNESA Perkenalkan Bahasa dan Budaya Indonesia dalam UNESA Summer Camp 2025
Program Studi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan kontribusinya dalam diplomasi budaya melalui partisipasi sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan UNESA Summer Camp (USC) 2025, yang dilaksanakan di Gedung Rektorat UNESA pada Sabtu, 6 September 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Urusan Internasional UNESA ini diikuti oleh 48 mahasiswa asing dari 23 negara, seperti Pakistan, Filipina, Nigeria, dan Kazakhstan, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi mitra, antara lain Batangas State University, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Telkom University, dan Universitas Negeri Malang. Dalam sambutannya, Direktur Urusan Internasional UNESA, Bapak Asrori, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta, fasilitator, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Summer Camp 2025. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas budaya sebagai jembatan pemahaman antarbangsa yang dapat memperkuat persahabatan serta kerja sama global yang berkelanjutan di masa depan.
Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing, BIPA UNESA menyajikan materi yang dipaparkan melalui tiga sesi utama. Pada setiap sesi, peserta tidak hanya belajar bahasa Indonesia, tetapi juga merasakan kekayaan budaya lokal secara langsung.
Sesi pertama difokuskan pada pengenalan sistem bilangan dalam bahasa Indonesia dengan cakupan angka yang cukup kompleks, mulai dari ratusan hingga ratusan ribu. Aktivitas ini dikemas dalam bentuk permainan menyusun deret angka secara berkelompok. Peserta dibagi dalam kelompok kecil yang masing-masing didampingi satu Sahabat BIPA sebagai fasilitator.
Sesi kedua mengangkat kekayaan lokal melalui pengenalan ragam bahasa khas Surabaya. Peserta diperkenalkan dengan kosakata unik seperti rek, cak dan berbagai ungkapan lain yang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari masyarakat Surabaya. Sesi ini dilanjutkan dengan aktivitas mendengarkan lagu “Rek Ayo Rek” sebanyak dua kali, kemudian peserta mengikuti permainan menyusun lirik lagu berdasarkan potongan yang telah disiapkan. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan mendengar dan memahami konteks bahasa, tetapi juga membangun rasa kebersamaan melalui musik sebagai medium budaya yang menyatukan.
Sesi terakhir ditutup dengan pemaparan yang bersifat sensorik melalui pengenalan jajanan tradisional Indonesia, seperti onde-onde, lemper, pastel, kue putu, bolu pisang, kue lapis, pukis, dan bolu kukus. Dalam sesi ini, peserta diminta untuk mendeskripsikan tekstur dan rasa dari makanan yang dicicipi menggunakan bahasa Indonesia. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk melatih dan memperluas kosakata peserta, khususnya yang berkaitan dengan rasa dan tekstur. Pemaparan ini turut memperkenalkan nilai budaya melalui makanan sebagai sarana ekspresi dan interaksi yang membangun kedekatan emosional antara peserta dan budaya lokal.
Kegiatan USC 2025 dengan partisipasi BIPA ini menunjukkan dedikasi UNESA dalam mengembangkan pemahaman bahasa dan budaya Indonesia di kalangan mahasiswa internasional. Dengan demikian, keterlibatan BIPA dalam USC ini menjadi katalisator pembelajaran lintas budaya yang memperkaya perspektif peserta terhadap Indonesia.
Reporter: Hidayah Uswatun (FBS)
Share It On: