Enam Mahasiswa Pendidikan Bahasa Mandarin UNESA Melanjutkan Studi di Tiongkok
Enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Surabaya memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studi di sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Negeri Surabaya dalam memperluas mobilitas akademik internasional sekaligus memberikan pengalaman belajar yang mendukung peningkatan kompetensi bahasa Mandarin, wawasan akademik, dan pemahaman lintas budaya mahasiswa.
Pelepasan mahasiswa turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D., sebagai bentuk dukungan institusional terhadap pelaksanaan mobilitas akademik internasional mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, dukungan dari pimpinan fakultas menjadi bagian penting dalam mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar di luar negeri sebagai sarana pengembangan kompetensi akademik, kebahasaan, dan wawasan global. Kehadiran pimpinan fakultas sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Bahasa dan Seni dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan dan membuka ruang pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa.
Tiga mahasiswa, yaitu Sabrina Zahidah, Prima Nur’aini Qolbyah, dan Kaesyanandra Syifa Frilyrizatna Pangestuti, mengikuti program double degree di Central China Normal University. Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menempuh pengalaman akademik dalam lingkungan pendidikan tinggi di Tiongkok serta berinteraksi secara langsung dengan lingkungan akademik dan budaya setempat.
Sementara itu, tiga mahasiswa lainnya, yaitu Axel Davidson Susanto, Reyhan Ekaprana Tarigan, dan Afrizal Kautsar Putra, memperoleh Beasiswa Confucius Institute untuk mengikuti program studi selama satu tahun di tiga perguruan tinggi di Tiongkok. Axel Davidson Susanto mengikuti program di University of Electronic Science and Technology of China di Chongqing, Reyhan Ekaprana Tarigan mengikuti program di Chongqing University, sedangkan Afrizal Kautsar Putra mengikuti program di Zhejiang Normal University.
Kesempatan belajar secara langsung di Tiongkok memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Mandarin melalui penggunaan bahasa dalam lingkungan autentik. Selain penguatan kompetensi kebahasaan, pengalaman tersebut memungkinkan mahasiswa memahami budaya, kehidupan sosial, serta lingkungan akademik Tiongkok secara lebih dekat. Interaksi dengan mahasiswa dan masyarakat setempat juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya dan memperluas perspektif mahasiswa terhadap perkembangan pendidikan dan masyarakat global.
Mobilitas akademik internasional ini juga menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi. Kehadiran mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di berbagai perguruan tinggi di Tiongkok membuka peluang bagi terbentuknya jejaring akademik yang lebih luas, baik pada tingkat mahasiswa maupun institusi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas akademik dan profesional serta berkontribusi dalam hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok.
Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui penyediaan kesempatan pembelajaran yang memperluas pengalaman pendidikan internasional, pengembangan kompetensi, dan pembelajaran lintas budaya. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals dengan memperkuat hubungan akademik dan jejaring kelembagaan antara perguruan tinggi di Indonesia dan Tiongkok. Dengan demikian, mobilitas mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas individual, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kerja sama pendidikan pada tingkat internasional.
Melalui kesempatan tersebut, enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman belajar di Tiongkok untuk memperkaya kompetensi akademik, kebahasaan, dan budaya. Pengalaman internasional yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan diri sebagai lulusan yang adaptif, berwawasan global, dan mampu berkontribusi dalam lingkungan pendidikan serta masyarakat yang semakin terhubung secara internasional.
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya terus mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai peluang mobilitas akademik sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan global. Keberangkatan enam mahasiswa menuju Tiongkok menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut sekaligus bagian dari upaya memperkuat posisi mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni dalam lingkungan akademik internasional.
Share It On: