Sosialisasi SAKU 2026 di FBS Unesa: Penguatan IKU dan Kinerja Dosen Menuju PTNBH yang Lebih Adaptif
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya kembali menjadi ruang dialog strategis dalam mendukung transformasi tata kelola perguruan tinggi. Bertempat di Auditorium T2 lantai 3 FBS Unesa pada Selasa (12/5/2026), kegiatan Sosialisasi SAKU 2026 berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusiasme khas sivitas akademika FBS.
Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan undangan Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya dan Usaha Unesa nomor B/65659/UN38.II/TU.00.02/2026 tanggal 11 Mei 2026 tentang Sosialisasi SAKU 2026. Acara menghadirkan Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya dan Usaha Unesa beserta Tim SAKU Rektorat sebagai narasumber utama. Sebagai pimpinan tertinggi tuan rumah, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unesa, Bapak Syafi'ul Anam, Ph.D. bersama jajaran narasumber.
Dalam pemaparannya, pihak rektorat menegaskan bahwa transformasi Unesa sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) menuntut sistem tata kelola yang semakin akuntabel, profesional, dan berbasis capaian kinerja. Salah satu bentuk penguatan tersebut diwujudkan melalui sistem remunerasi atau SAKU yang kini lebih menitikberatkan pada indikator kinerja dosen.
Tim SAKU Rektorat menjelaskan berbagai komponen penilaian yang menjadi dasar perolehan SAKU maksimal, mulai dari kinerja tridarma perguruan tinggi, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, capaian pembelajaran, pembimbingan mahasiswa, hingga kontribusi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas. Tidak hanya itu, pemaparan juga menekankan bahwa pencapaian IKU bukan lagi menjadi tanggung jawab individu semata, melainkan tanggungan bersama seluruh sivitas akademika Unesa, termasuk di lingkungan FBS.
Suasana diskusi berlangsung gayeng dan dinamis. Para dosen dari berbagai program studi bahasa dan seni aktif menyampaikan pertanyaan, maupun pandangan terkait implementasi sistem SAKU dan tantangan pencapaian IKU. Diskusi intensif tersebut menunjukkan tingginya perhatian dosen terhadap keberlanjutan kualitas akademik sekaligus kesejahteraan tenaga pendidik di era PTNBH.
Beberapa pertanyaan yang mengemuka di antaranya berkaitan dengan mekanisme pengukuran kinerja dosen berbasis karakteristik keilmuan bahasa dan seni, pemerataan kesempatan pencapaian indikator, hingga strategi kolaboratif fakultas dalam mendukung target universitas. Narasumber dari rektorat pun memberikan penjelasan secara terbuka dan komunikatif sehingga suasana forum tetap cair namun substantif.
Dekan FBS Unesa, Bapak Syafi'ul Anam, Ph.D., dalam kesempatan tersebut menyimpulkan sekalogus menegaskan pentingnya membangun sinergi antara fakultas dan universitas agar dosen di bidang bahasa dan seni memiliki kontribusi strategis dalam membangun kualitas pendidikan, budaya akademik, serta reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan Sosialisasi SAKU 2026 ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education atau pendidikan berkualitas. Melalui penguatan sistem tata kelola, peningkatan kualitas kinerja dosen, serta kolaborasi akademik yang lebih terukur, Unesa berupaya menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada mutu. Selain itu, forum dialog seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang transparan dan partisipatif demi peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh sivitas akademika.
Share It On: