Siswa Access FBS UNESA Surabaya Wujudkan Aksi Hijau Melalui “Trash to Treasure”: Dari Sampah Menjadi Inspirasi
Surabaya, 2 November 2025 — Semangat kepedulian terhadap lingkungan terus digelorakan oleh para siswa Access Microscholarship, kerja sama IIEF dengan FBS Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Site Surabaya. Mereka melaksanakan kegiatan Community Service (ComServ) bertema “Trash to Treasure (TxT): Transforming Waste into Worth”, sebuah gerakan kreatif yang mengubah sampah menjadi sumber manfaat dan nilai edukatif.
Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 2 November 2025, bertempat di Taman Bungkul Surabaya, bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD). Aksi sosial tersebut diikuti oleh 37 siswa Access yang diketuai oleh Elsa, serta berada di bawah koordinasi Dr. Arik Susanti, M.Pd., selaku Koordinator Access UNESA Site Surabaya. Kegiatan turut didukung oleh 10 anggota tim site dan 4 guru pendamping (teachers) yang berperan aktif dalam mengarahkan kegiatan di lapangan.

Inovasi Sosial: Donasi Barang dengan Transaksi Botol Bekas
Kegiatan Trash to Treasure mengusung konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan. Para siswa membuka stan donasi barang layak pakai seperti baju, tas, sepatu, dan perabot rumah tangga. Selain itu, mereka juga melakukan kampanye terkait dengan donasi barang layak pakai di media sosial, seperti Instagram, dan Gema UNESA. Setelah barang-barang layak pakai terkumpul semus, para siswa Access melaukan penyortiran untuk dipajang dan dijual di Taman Bungkul, Surabaya. Keunikan kegiatan ini terletak pada sistem transaksinya, yaitu masyarakat dapat membeli barang donasi tersebut dengan menukarkan botol bekas, bukan dengan uang tunai.

Botol-botol yang terkumpul kemudian dijual ke Bank Sampah Surabaya. Dana hasil penjualan tersebut digunakan untuk membeli bibit tanaman obat keluarga (TOGA) yang akan disumbangkan ke ECO Campus UNESA, sebagai dukungan terhadap program penghijauan dan pelestarian lingkungan kampus.
Menurut Dr. Arik Susanti, M.Pd., kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pengabdian bagi siswa Access, tetapi juga media pendidikan karakter lingkungan.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Melalui kegiatan ini, siswa belajar secara langsung bahwa sampah, bila dikelola dengan kreatif, dapat menjadi sesuatu yang bernilai dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkap Dr. Arik.
Sementara itu, Elsa, selaku ketua pelaksana kegiatan, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme masyarakat yang tinggi selama kegiatan berlangsung.
“Banyak pengunjung Car Free Day yang ikut menukar botol bekas dengan barang. Mereka merasa senang karena bisa berpartisipasi dalam kegiatan yang positif dan berdampak bagi lingkungan,” tuturnya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, Trash to Treasure menjadi sarana pembelajaran nyata bagi para siswa Access UNESA dalam memahami dan menerapkan konsep reduce, reuse, recycle, dan repurpose. Melalui aksi ini, mereka tidak hanya mengedukasi masyarakat, tetapi juga memperkuat komitmen generasi muda untuk berkontribusi dalam menjaga bumi.

Kegiatan ini sejalan dengan visi Fakultas Bahasa dan Seni UNESA sebagai pelopor pembelajaran kreatif, humanis, dan berkarakter global. Melalui dukungan dosen, guru pendamping, dan masyarakat, Trash to Treasure menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai sosial, kreativitas, dan kepedulian dapat bersatu dalam aksi nyata yang berdampak luas.
Dengan semangat hijau dan solidaritas, siswa Access FBS UNESA Site Surabaya telah membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, yaitu dari sampah menjadi inspirasi, dari kepedulian menjadi gerakan.
Share It On: