Seremoni Penutupan Short Course BIPA Unesa x BUFS 2026: Merajut Persahabatan melalui Bahasa dan Budaya Indonesia
Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Universitas Negeri Surabaya (BIPA Unesa) menggelar seremoni penutupan bertajuk “Merajut Persahabatan melalui Bahasa dan Budaya Indonesia” di ruang rapat T14.02.05, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Unesa Kampus 2 Lidah Wetan, pada Jum’at, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan program short course selama 1 bulan, sekaligus ajang apresiasi atas perjalanan belajar 5 mahasiswa BUFS yang berpartisipasi pada program ini. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat persahabatan dan memperkuat semangat kebersamaan melalui keberagaman budaya.
Berakhirnya program short course ini menjadi bagian penting dalam perjalanan belajar lima mahasiswa Busan University of Foreign Studies (BUFS), Korea Selatan, selama mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia di Unesa. Selama program berlangsung, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mempelajari bahasa Indonesia, tetapi juga berkesempatan mengenal budaya Indonesia serta membangun kebersamaan dan persahabatan dengan keluarga besar BIPA Unesa.
Bapak Didik Nurhadi, M.Pd., M.A., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan short course BIPA 2026 bersama 5 mahasiswa Busan University of Foreign Studies (BUFS), Korea Selatan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kebersamaan yang terjalin selama program berlangsung serta memohon maaf apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan short course. Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di Unesa dapat menjadi kenangan baik bagi para mahasiswa. “Bawa yang positif dari Surabaya dan Unesa, tinggalkan yang negatif,” pesan Pak Didik kepada para mahasiswa sebelum kembali ke Korea Selatan.
Hal serupa juga disampaikan oleh Koordinator BIPA Unesa, Bapak Dr. Octo Dendy Andriyanto, M.Pd., merasa bersyukur atas kelancaran seluruh rangkaian program. Beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan short course hingga dapat berjalan dengan baik. Beliau juga memohon maaf apabila selama program berlangsung masih terdapat kekurangan yang dirasakan oleh para mahasiswa. “Semoga apa yang sudah kita lalui bersama selama short course ini dapat menjadi pengalaman yang baik dan membawa kesan positif bagi teman-teman ketika kembali ke Korea,” ucap Dr. Octo Dendy Andriyanto, M.Pd., mengakhiri sesi sambutan.
Sebagai salah satu rangkaian utama dalam seremoni penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada 5 mahasiswa Busan University of Foreign Studies (BUFS), Korea Selatan, yang telah menyelesaikan rangkaian short course BIPA 2026 di Unesa. Penyerahan sertifikat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat para Mahasiswa selama mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia serta berbagai kegiatan selama berada di Unesa. Momen tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan mereka dalam program short course yang diwarnai dengan pengalaman belajar, kebersamaan, dan pertukaran budaya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan laporan kegiatan oleh Koordinator BIPA Unesa, Dr. Octo Dendy Andriyanto, M.Pd. melalui presentasi yang merangkum berbagai kegiatan selama satu bulan pelaksanaan short course. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan berbagai pengalaman pembelajaran yang telah diikuti oleh 5 mahasiswa BUFS, baik dalam kegiatan di lingkungan Unesa maupun di luar kampus. Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari program adalah studi lapangan ke kawasan Tunjungan, Surabaya, serta kunjungan ke Gubug Wayang, Mojokerto. Berbagai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mempraktikkan bahasa Indonesia sekaligus mengenal kehidupan, sejarah, dan budaya lokal secara lebih dekat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi kesan dan pesan dari para mahasiswa BUFS. Dalam kesempatan tersebut, kelima mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengajar dan sahabat BIPA yang telah mendampingi serta membantu mereka selama mengikuti rangkaian short course. Berbagai pengalaman selama satu bulan di Unesa, mulai dari pembelajaran bahasa Indonesia hingga kegiatan di luar kampus, menjadi bagian dari perjalanan yang berkesan bagi mereka. Bahkan, pengalaman kuliner juga turut menjadi kenangan tersendiri bagi para mahasiswa, salah satunya melalui kecintaan terhadap ayam geprek yang mereka nikmati selama berada di Indonesia.
Salah satu kesan disampaikan oleh Hong Jooyoung yang mengungkapkan kehangatan yang ia rasakan selama berada di Surabaya. “Panasnya Surabaya kalah dengan hangatnya hati sahabat BIPA dan orang-orang baik yang membantu kami selama perjalanan belajar,” ungkap Hong Juyeong.
Beragam kesan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan para mahasiswa BUFS selama mengikuti short course tidak hanya diisi dengan pembelajaran bahasa Indonesia, tetapi juga pengalaman mengenal budaya, kehidupan sehari-hari, dan masyarakat Indonesia. Kebersamaan bersama para pengajar dan sahabat BIPA menjadi bagian penting yang membuat satu bulan perjalanan mereka di Unesa meninggalkan kesan yang mendalam.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian Short Course BIPA 2026. Momen tersebut menjadi kenangan atas satu bulan perjalanan belajar lima mahasiswa BUFS di Unesa yang diwarnai dengan pembelajaran bahasa Indonesia, pengenalan budaya, serta kebersamaan bersama para pengajar dan sahabat BIPA. Meski program telah berakhir, pengalaman dan persahabatan yang terjalin diharapkan tetap menjadi bagian dari kenangan yang dibawa para mahasiswa setelah kembali ke Korea Selatan.
Penulis: Anggun Nadia Pratiwi
Share It On: