Prodi Seni Rupa Murni FBS Unesa Gelar Kuliah Tamu Internasional Bahas Inovasi Seni Cetak Kontemporer
Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sukses menyelenggarakan Kuliah Tamu Internasional bertajuk "Printmaking Innovation in Contemporary Art Practice" pada Kamis, 9 Oktober 2025. Acara berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, kegiatan ini menarik perhatian hingga 157 peserta, yang diikuti oleh sebagian besar mahasiswa prodi Seni Rupa Murni dan prodi Pendidikan Seni Rupa dari kelas internasional. Mahasiswa sangat antusias untuk mendalami perkembangan terbaru di dunia seni cetak.
Kegiatan kuliah tamu diawali dengan sambutan resmi oleh Wakil Dekan 1 FBS Unesa bapak Didik Nurhadi, M.Pd., M.A., Ph.D. dan Koordinator Program Studi Seni Rupa Murni FBS Ibu Dra. Indah Chrysanti Angge, M.Sn., mereka bedua menegaskan komitmen dalam memajukan diskursus seni rupa di kancah global. Sebagai narasumber utama, hadir Puan Nik Shahida Sabri yang merupakan dosen seni cetak dari University Technology of MARA (UiTM). Beliau memberikan wawasan mendalam mengenai transformasi seni cetak dan sejarah perkembangannya. Seluruh sesi diskusi berjalan lancar dan interaktif berkat peran Asy Syams Elya Ahmad sebagai moderator yang handal.
Dalam pemaparannya, Puan Nik Shahida Sabri menyoroti bagaimana seni cetak telah berevolusi dari metode komunikasi massa menjadi bentuk seni yang sangat adaptif. Fokus utama pembahasannya adalah konsep Seni Cetak Alternatif dan Perluasan (Alternative and Expanded Printmaking), di mana seniman saat ini melampaui batas-batas teknis konvensional. Beliau juga menguraikan tren Seni Cetak Hibrida (Hybrid Printmaking), bagaimana penggabungan teknik tradisional (seperti etching atau cukil) dengan teknologi pencitraan digital dapat menunjukkan semangat inovasi yang mendefinisikan praktik seni cetak kontemporer.
Tidak hanya aspek teknis, kuliah tamu ini juga menekankan Peran Institusi dan pentingnya keterlibatan kolektif dalam memajukan seni cetak. Puan Nik Shahida Sabri menegaskan bahwa kolaborasi lintas budaya, pertukaran internasional, dan partisipasi aktif dalam pameran merupakan kunci untuk menempatkan seni cetak lokal dalam narasi seni kontemporer yang lebih besar. Upaya kolektif ini, menurutnya, sangat vital untuk memperkuat visibilitas inovasi seni cetak dari kawasan regional dan berkontribusi pada lanskap seni global. Hal tersebut seperti yang di lakukan kelompok Go Block (merupakan pameran seni cetak kontemporer di Malaysia) setidaknya ada empat pameran utama di bawah nama Go Block, termasuk Go Block 2009 dan seri volume (Vol. 5, Vol. 7, dan Serantau 2025).
Keberhasilan acara ini menandai langkah maju dari Program Studi Seni Rupa Murni Unesa dalam memfasilitasi dialog mahasiswa, dosen, peneliti artistik dalam kancah global. Dengan menghadirkan pakar internasional, Prodi telah membekali peserta dengan wawasan berharga mengenai arah masa depan seni cetak. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran institusi akademik sebagai motor penggerak inovasi dan sebagai penghubung komunitas seniman dan akademisi secara global.
Share It On: