Lakon “Prawireng Jurit Majapahit” Bawa UNESA Raih Juara III Festival Kethoprak UNY
Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang seni dan budaya. Tim kethoprak FBS Unesa dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa sukses meraih Juara III dalam Festival Kethoprak yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Minggu (17/5). Pada ajang tersebut, tim UNESA menampilkan lakon “Prawireng Jurit Majapahit” yang mengangkat nilai kepahlawanan, loyalitas, serta semangat perjuangan dalam khazanah budaya Jawa.
Pementasan yang berlangsung di Gedung Pertunjukan Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY itu berhasil menarik perhatian dewan juri maupun penonton. Penampilan tim PBSJ FBS UNESA dinilai mampu menghadirkan penghayatan tokoh yang kuat, dialog yang hidup, serta dukungan artistik yang harmonis. Kisah tentang prajurit Kerajaan Majapahit yang diangkat dalam lakon tersebut juga memperlihatkan pesan tentang keberanian dan pengabdian kepada bangsa.
Mengusung tema besar Majapahit di tengah kuatnya kultur Mataram di Yogyakarta menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Namun demikian, para pemain mampu tampil percaya diri dan menunjukkan bahwa seni tradisi Jawa memiliki ruang persatuan yang luas melalui pertunjukan budaya.
Tim kethoprak PBSJ FBS UNESA sendiri merupakan hasil kolaborasi antara UKM Drama Tradisional Jawa UNESA dan Sanggar Bharada UNESA di bawah pembinaan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (PBSJ), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNESA. Tidak hanya melibatkan mahasiswa aktif, proses persiapan pementasan juga mendapat dukungan dari para alumni yang turut mendampingi dan memberikan pelatihan kepada tim.
Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA, Bapak Syafi'ul Anam, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa yang terus menunjukkan prestasi di bidang seni tradisi. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa FBS UNESA mampu mengembangkan kompetensi akademik sekaligus melestarikan budaya lokal melalui karya kreatif dan inovatif.
Melalui kegiatan seni pertunjukan seperti kethoprak, mahasiswa PBSJ tidak hanya memahami bahasa dan sastra Jawa secara konseptual, tetapi juga mengimplementasikan keterampilan berbahasa, interpretasi sastra, olah vokal, hingga pemahaman budaya dalam praktik nyata di atas panggung. Aktivitas ini sekaligus mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas melalui pengembangan kompetensi mahasiswa berbasis budaya, serta tujuan ke-11 mengenai pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa UNESA untuk terus berkarya serta menjaga eksistensi budaya Jawa melalui berbagai medium seni. Fakultas Bahasa dan Seni UNESA juga berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik dalam kegiatan akademik maupun nonakademik, sebagai bagian dari penguatan identitas budaya bangsa di tingkat nasional.
Share It On: