FBS Unesa Selenggarakan Kuliah Umum Penguatan Riset dan Pengukuhan Mahasiswa Baru S2 dan S3 Tahun Akademik 2026/2027
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Penguatan Research Mahasiswa S-2 dan S-3” sekaligus Pengukuhan Mahasiswa Baru Program Magister (S2) dan Doktor (S3) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan berlangsung pada Jumat (28/8) pukul 08.30–11.30 WIB di Auditorium Gedung T14 Lantai 4 Unesa dan diikuti oleh mahasiswa baru S2 dan S3 FBS Unesa.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Dekan FBS Unesa, Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D., didampingi Wakil Dekan Bidang I, Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd. Turut hadir seluruh Koordinator Program Studi (Koorprodi) S2 dan S3 di lingkungan FBS Unesa serta Kepala Perpustakaan Unesa. Kehadiran jajaran pimpinan, pengelola program studi, dan unsur pendukung akademik tersebut menjadi bagian dari komitmen FBS Unesa dalam membangun ekosistem pendidikan pascasarjana yang mendukung penguatan riset dan pengembangan keilmuan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pengukuhan mahasiswa baru. Wakil Dekan Bidang I, Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., membacakan Surat Keputusan (SK) pengukuhan mahasiswa baru Program S2 dan S3 FBS Unesa Tahun Akademik 2026/2027. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemakaian jas almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru. Pemakaian jas almamater tersebut menjadi simbol penerimaan mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika FBS Unesa sekaligus penanda dimulainya perjalanan akademik mereka pada jenjang pascasarjana.
Dalam sambutannya, Dekan FBS Unesa, Syafi’ul Anam, Ph.D., menekankan pentingnya mahasiswa pascasarjana membangun budaya riset yang kuat dengan tetap menjunjung tinggi integritas dan etika akademik. Mahasiswa didorong untuk melaksanakan proses pendidikan dan penelitian secara jujur, bertanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada kontribusi keilmuan. Dekan juga menegaskan komitmen FBS Unesa dalam penguatan Zona Integritas (ZI). Nilai-nilai integritas tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan dalam tata kelola kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya akademik mahasiswa, terutama dalam pelaksanaan penelitian, penulisan karya ilmiah, dan pemanfaatan sumber akademik.