FBS Unesa Selenggarakan International Lecture Bersama Eurasia Foundation untuk Memperkuat Wawasan Global Mahasiswa
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang menyelenggarakan International Lecture hasil kolaborasi dengan Eurasia Foundation. Kegiatan ini mengusung tema “Human Resource Development through Various Knowledge that Connects Indonesia with the World” atau “Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Berbagai Pengetahuan yang Menghubungkan Indonesia dengan Dunia.” Program International Lecture dilaksanakan pada September hingga Desember 2026 dengan rangkaian sebanyak 15 kali pertemuan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026 di Auditorium Lantai 3 Gedung T2 FBS Unesa tersebut secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D. Dalam sambutannya, Dekan FBS Unesa menekankan pentingnya kegiatan akademik berorientasi internasional dalam memperluas wawasan mahasiswa serta mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan perspektif global. Kehadiran pimpinan fakultas sekaligus menunjukkan dukungan institusional terhadap penguatan internasionalisasi pembelajaran di lingkungan FBS Unesa.
International Lecture dirancang sebagai ruang pembelajaran interaktif yang mempertemukan mahasiswa dengan akademisi dan praktisi dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri. Program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan mengenai bahasa, budaya, serta dinamika sosial dan ekonomi global. Selain memperluas perspektif akademik, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi bahasa, pemahaman lintas budaya, jejaring internasional, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi peluang akademik dan profesional di tingkat global.
Pada sesi perdana, tiga materi disampaikan oleh narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan. Bapak Dr. Roni, M.Hum., M.A. dari Universitas Negeri Surabaya menyampaikan materi “International Lecture Series to Realize SDGs 4: Developing Human Resources through Various Knowledge Connecting Indonesia and World.” Selanjutnya, Murni Ramli dari Universitas Sebelas Maret membawakan materi “Environmental Issues in Indonesia and Japan”, sedangkan Tsuroyya dari Universitas Negeri Surabaya menyampaikan materi “Strengthening Relationships between Countries around the World in the Context of Global Communication.”
Berdasarkan dokumen peserta, sesi perdana melibatkan 156 mahasiswa, dengan dukungan panitia dan sensei, sehingga total peserta yang tercatat mencapai 175 orang. Jumlah tersebut menunjukkan partisipasi mahasiswa dalam program pembelajaran yang memberikan pengalaman akademik dengan perspektif internasional.
Rangkaian International Lecture selanjutnya menghadirkan narasumber dari sejumlah perguruan tinggi dan institusi, antara lain Nagoya University, Chubu University, Royal University of Phnom Penh, Universitas Sebelas Maret, Soetomo University, Hamka University, serta Eurasia Foundation. Topik yang dibahas mencakup pembelajaran bahasa dalam masyarakat multibahasa, hubungan ekonomi Indonesia–Jepang, isu sosial dan lingkungan, komunikasi lintas budaya, literasi, hingga gagasan mengenai komunitas Asia. Keragaman narasumber dan topik tersebut memperkuat karakter program sebagai forum pembelajaran lintas disiplin dan lintas negara.
Program ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring akademik dan profesional dengan para akademisi serta praktisi internasional. Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan partisipatif, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperkaya perspektif mengenai diplomasi, kepemimpinan, etos kerja, komunikasi lintas budaya, serta berbagai persoalan global yang relevan dengan perkembangan masyarakat internasional.
Penyelenggaraan International Lecture menjadi salah satu bentuk komitmen FBS Unesa dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki wawasan global. Kolaborasi dengan Eurasia Foundation dan keterlibatan akademisi dari berbagai institusi menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman akademik internasional yang relevan bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap mengembangkan kompetensi akademik, profesional, dan lintas budaya untuk berkontribusi dalam lingkungan global.
International Lecture memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, terutama melalui penyediaan pengalaman pembelajaran yang memperluas pengetahuan, keterampilan, dan wawasan global mahasiswa. Hal ini sejalan dengan materi kegiatan yang secara khusus mengangkat SDG 4 serta tujuan program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengetahuan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia. Selain itu, kolaborasi antara FBS Unesa dan Eurasia Foundation serta keterlibatan akademisi dari berbagai institusi dalam dan luar negeri turut mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, khususnya melalui penguatan jejaring dan kerja sama akademik internasional.
Share It On: