FBS Unesa Sambut Kunjungan MGMP Bahasa Indonesia Lamongan: Kolaborasi Atasi Penurunan Literasi dan Perkuat PKM
Pada Rabu, 10 Juni 2026, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya menerima kunjungan akademik dari pengurus MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lamongan. Rombongan yang terdiri dari enam orang guru ini datang dengan harapan besar untuk menjalin kerja sama yang lebih konkret dengan perguruan tinggi. Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung T14 FBS Unesa tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FBS, Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D., didampingi oleh Wakil Dekan Bidang 1, Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd. Dalam sambutannya, kedua pimpinan fakultas menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan praktik pembelajaran di lapangan, terutama dalam menghadapi tantangan literasi yang semakin kompleks.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Ibu Kartika Herlina CS., S.Pd., M.Pd., selaku perwakilan Tim Kerja Sama FBS. Forum ini dihadiri oleh sejumlah koordinator program studi, yaitu Koordinator Prodi S1 Sastra Indonesia, Koordinator Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Koordinator S2 Bahasa dan Sastra, serta Koordinator Prodi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Kehadiran para koorprodi ini menunjukkan antusiasme dan komitmen FBS dalam membuka peluang kolaborasi lintas bidang.
Dari diskusi yang berlangsung hangat dan produktif, terungkap satu masalah mendesak yang dihadapi oleh guru-guru MGMP di Kabupaten Lamongan, yaitu menurunnya nilai TKA (Tes Kemampuan Akademik) literasi di tingkat SMP. Para guru mengakui bahwa metode pembelajaran yang selama ini digunakan belum sepenuhnya mampu membangkitkan motivasi dan kemampuan literasi kritis siswa. Oleh karena itu, mereka membutuhkan pendampingan yang sistematis, terutama dalam penyusunan strategi pembelajaran berbasis literasi dan pengembangan soal-soal TKA yang lebih kontekstual. Menanggapi hal ini, para koordinator prodi dan tim kerja sama FBS menawarkan program pendampingan berkelanjutan yang melibatkan dosen-dosen ahli di bidang pendidikan bahasa dan sastra, termasuk pemanfaatan media pembelajaran inovatif serta metode Cemerlang (Cepat, Mudah, Terarah) yang selama ini telah dikembangkan di Unesa. Selain itu, MGMP Bahasa Indonesia SMP Lamongan juga berkeinginan melibatkan akademisi dari bidang keilmuan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai konsultan dalam pelaksanaan berbagai program dan kegiatan mereka.
Tidak berhenti pada pendampingan literasi, pertemuan juga menyepakati perlunya suatu payung hukum yang lebih kuat untuk mengakomodasi berbagai kegiatan kolaboratif di masa depan. Kesepakatan utama yang dihasilkan adalah penyusunan PKS (Perjanjian Kerja Sama) yang secara khusus dirancang untuk program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Melalui PKS PKM ini, FBS Unesa dan MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lamongan akan bersama-sama merancang kegiatan pengabdian yang tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga pendampingan langsung di sekolah-sekolah, penelitian tindakan kelas kolaboratif, serta penempatan mahasiswa magang dan PLP di lingkungan sekolah binaan MGMP. Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan mutu pembelajaran bahasa Indonesia sekaligus menjadi wujud nyata tridharma perguruan tinggi.
Di akhir pertemuan, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lamongan menyampaikan apresiasi dan harapannya. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini harus segera diwujudkan dalam dokumen resmi agar program pendampingan literasi dan PKM dapat berjalan dengan terstruktur. Sementara itu, Kartika Herlina CS. selaku moderator sekaligus perwakilan tim kerja sama memastikan bahwa proses penyusunan PKS akan segera difasilitasi sesuai dengan pedoman IKU baru 2026. “Kami optimis, kolaborasi ini tidak hanya akan menaikkan kembali nilai literasi siswa, tetapi juga membangun kebiasaan bersama untuk terus berinovasi,” ujarnya menutup diskusi.
Kolaborasi antara FBS Unesa dan MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lamongan ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Quality Education) yang menekankan pentingnya penyediaan pendidikan berkualitas, inklusif, dan merata bagi semua. Selain itu, kemitraan yang dibangun antara perguruan tinggi dan komunitas guru melalui program PKM serta pendampingan literasi turut merepresentasikan Tujuan 17 (Partnerships for the Goals), yakni penguatan kolaborasi antar lembaga untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Upaya peningkatan kompetensi literasi siswa dan penguatan kapasitas guru yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat #SATULANGKAHDIDEPAN dan #BERSAMABISABEKERJASAMA, FBS Unesa dan MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk bergerak cepat dan berdampak nyata demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Share It On: