FBS Unesa Perkuat Ekosistem Seni Pertunjukan Global melalui IMPROVE Vol. I
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan ekosistem seni, budaya, dan akademik melalui penyelenggaraan IMPROVE Vol. I. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan kreatif antara seniman, akademisi, dosen, mahasiswa, dan praktisi seni dari berbagai negara. Melalui kegiatan tersebut, FBS Unesa tidak hanya menghadirkan festival seni pertunjukan, tetapi juga membangun forum akademik yang memberi tempat bagi karya seni sebagai bagian penting dari capaian ilmiah dan rekognisi internasional.
IMPROVE Vol. I diselenggarakan sebagai wadah apresiasi, presentasi, dan kurasi karya seni pertunjukan yang dikembangkan oleh dosen. Kegiatan ini menghadirkan kurator dan peserta dari lima negara, sehingga memperkuat dimensi internasionalisasi Fakultas Bahasa dan Seni Unesa. Kehadiran berbagai unsur seni lintas negara tersebut menjadi bukti bahwa seni pertunjukan memiliki peran strategis sebagai medium dialog budaya, pertukaran gagasan, dan penguatan jejaring akademik global.
Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unesa, Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperluas ruang akademik seni di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, FBS Unesa terus mendorong agar praktik seni tidak hanya dipahami sebagai aktivitas ekspresif, tetapi juga sebagai kerja intelektual, kultural, dan akademik yang memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. IMPROVE Vol. I menjadi salah satu bentuk nyata komitmen FBS Unesa dalam menghadirkan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa, dosen, seniman, dan masyarakat akademik.
Festival ini menampilkan delapan karya seni pertunjukan hasil kreasi dosen. Setiap karya yang dipresentasikan tidak semata-mata berorientasi pada pementasan, tetapi juga melalui proses konseptual, riset artistik, pembacaan konteks budaya, serta proses kuratorial. Dengan demikian, karya yang ditampilkan memiliki nilai akademik, estetis, dan kultural yang dapat dipertanggungjawabkan dalam forum nasional maupun internasional.
Ketua Pelaksana sekaligus Program Director IMPROVE Vol. I, Ibu Sekar Alit Santya Putri, S.Pd., M.Sn., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat pengakuan terhadap karya seni sebagai bagian dari luaran akademik dosen seni. Selama ini, karya artistik sering kali memiliki bobot intelektual dan proses riset yang kuat, tetapi belum selalu memperoleh ruang rekognisi yang setara dengan publikasi ilmiah. Oleh karena itu, IMPROVE Vol. I dirancang sebagai forum strategis untuk menunjukkan bahwa karya seni pertunjukan dapat menjadi capaian akademik yang bermutu, terkurasi, dan berdaya saing internasional.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari jajaran pimpinan Universitas Negeri Surabaya. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam memperkuat daya saing karya seni. Menurutnya, universitas perlu terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam forum-forum akademik, seni, dan budaya pada tingkat nasional maupun internasional.
Bagi FBS Unesa, penyelenggaraan IMPROVE Vol. I memiliki makna strategis dalam mendukung internasionalisasi fakultas. Kegiatan ini mempertemukan praktik seni, kajian akademik, riset artistik, dan kolaborasi global dalam satu ruang yang produktif. Selain memperkuat posisi FBS sebagai pusat pengembangan bahasa, seni, dan budaya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memperluas reputasi akademik serta memperkuat kontribusi seni Indonesia dalam percakapan budaya dunia.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, IMPROVE Vol. I selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4: Quality Education karena membuka ruang pembelajaran kreatif, partisipatif, dan berbasis pengalaman langsung bagi mahasiswa, dosen, serta pelaku seni. Melalui proses kurasi, pementasan, dan dialog artistik, peserta memperoleh pengalaman akademik yang memperkaya wawasan lintas budaya dan memperkuat kompetensi di bidang seni pertunjukan.
Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan erat dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities, khususnya dalam aspek pelestarian, pengembangan, dan penguatan ekspresi budaya. Seni pertunjukan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat dan warisan budaya yang perlu terus dihidupkan melalui inovasi, kolaborasi, dan ruang apresiasi yang berkelanjutan. IMPROVE Vol. I memberi kontribusi terhadap penguatan ekosistem budaya yang inklusif, kreatif, dan terbuka terhadap dialog lintas komunitas.
Keterlibatan peserta dan kurator dari berbagai negara juga mencerminkan dukungan terhadap SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui jejaring internasional, FBS Unesa membangun kemitraan akademik dan kultural yang dapat memperluas kolaborasi riset, penciptaan karya, pertukaran pengetahuan, serta penguatan reputasi kelembagaan. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting bagi FBS Unesa dalam mengembangkan program-program seni dan budaya yang berdampak lebih luas.
Melalui penyelenggaraan IMPROVE Vol. I, Fakultas Bahasa dan Seni Unesa menegaskan perannya sebagai ruang akademik yang tidak hanya menghasilkan lulusan di bidang bahasa, seni, dan budaya, tetapi juga membangun ekosistem kreatif yang berorientasi pada mutu, rekognisi, dan keberlanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memperkuat posisi FBS Unesa sebagai pusat pengembangan seni pertunjukan yang unggul, kolaboratif, dan berwawasan global.
Share It On: