Delegasi FBS Unesa Perkuat Jejaring Internasional di Jepang: Dorong Pertukaran Mahasiswa hingga Kolaborasi Riset dan Budaya
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam internasionalisasi pendidikan melalui kunjungan kerja ke sejumlah perguruan tinggi di Jepang pada 22–25 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh koorprodi dan dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang, serta turut mendukung penuh Wakil Dekan Bidang II FBS Unesa, Bapak Didik Nurhadi, Ph.D., yang juga merupakan dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jepang.
Kunjungan ini menghasilkan berbagai peluang kerja sama strategis yang mencakup pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, hingga penguatan program pembelajaran lintas budaya.
Peluang Pertukaran Mahasiswa dan Penguatan Akademik
Pada 22 April 2026, delegasi FBS Unesa mengunjungi Kaichi International University. Dalam pertemuan ini dibahas program pertukaran mahasiswa dengan durasi 6 bulan hingga 1 tahun. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman belajar internasional, dengan skema pembiayaan biaya hidup ditanggung secara mandiri oleh peserta.
Keesokan harinya, 23 April 2026, delegasi melanjutkan kunjungan ke Nanzan University. Dalam diskusi yang berlangsung, kedua institusi sepakat bahwa peluang pertukaran mahasiswa secara resiprokal sangat memungkinkan untuk dikembangkan, khususnya dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan Bahasa Jepang. Mahasiswa Jepang akan menanggung biaya hidup secara mandiri, sementara FBS Unesa diharapkan dapat memberikan dukungan berupa fasilitas asrama dan program BIPA. Sebaliknya, mahasiswa Unesa yang mengikuti program di Nanzan University berpeluang memperoleh beasiswa sebesar 120.000 yen untuk menunjang kebutuhan hidup selama studi.
Masih pada hari yang sama, kunjungan juga dilakukan ke Chubu University yang membuka peluang kerja sama dalam penulisan akademik bersama, khususnya pada bidang seni dan kebudayaan.
Kolaborasi Riset dan Penguatan Program Internasional
Delegasi kemudian mengunjungi Nagoya University untuk membahas penguatan program NUPACE (Nagoya University Program for Academic Exchange). Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa dengan kompetensi bahasa Inggris (TOEFL) maupun bahasa Jepang (level N2/N1). Selain itu, kedua pihak juga menjajaki peluang pendanaan riset bersama, terutama dalam bidang pelestarian budaya.
Pada 24 April 2026, kunjungan dilanjutkan ke Aichi University of Education. Dalam pertemuan ini dibahas peluang pertukaran mahasiswa dengan bantuan dana awal sebesar 60.000 yen, serta kolaborasi dalam bidang penelitian, pembelajaran, dan penguatan program laboratorium sekolah (lab school).
Di hari yang sama, delegasi juga mengunjungi Nagoya University of Foreign Studies yang menawarkan peluang kerja sama dalam pelatihan calon aparatur sipil negara di bidang pembelajaran bahasa Jepang, serta pengembangan kurikulum pembelajaran bersama.
Inisiasi Joint Program dan Pengabdian kepada Masyarakat
Pada 25 April 2026, FBS Unesa turut menjajaki kerja sama dengan sekolah menengah vokasi di Jepang untuk menginisiasi joint program. Program ini memungkinkan kedua institusi untuk menerbitkan ijazah secara bersama, sebagai bentuk penguatan pendidikan vokasional berbasis kolaborasi internasional.
Selain fokus pada bidang akademik, kerja sama dengan Kaichi International University juga telah diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Program ini berfokus pada pengenalan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang melalui permainan tradisional, lagu, serta percakapan sederhana dalam bahasa Indonesia.
Kegiatan tersebut telah dipublikasikan oleh pihak Kaichi International University melalui laman resmi mereka (インドネシア国立スラバヤ大学一行が来学しました | 開智国際大学-開智学園 https://share.google/vcx9zt5LWpxohkN3H), yang menyoroti kehadiran delegasi Unesa dan kontribusinya dalam memperkenalkan budaya Indonesia.
Kegiatan penguatan jejaring internasional ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pengembangan peluang pertukaran mahasiswa, kolaborasi akademik, serta penguatan pembelajaran lintas budaya di tingkat global. Selain itu, kerja sama yang terjalin antara FBS Unesa dan berbagai perguruan tinggi di Jepang turut mendukung poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) sebagai bentuk sinergi internasional dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pelestarian budaya, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Komitmen FBS Unesa dalam Internasionalisasi
Melalui rangkaian kunjungan ini, FBS Unesa tidak hanya memperluas jaringan kerja sama internasional, tetapi juga memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan yang adaptif dan berdaya saing global. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, dosen, serta pengembangan keilmuan di bidang bahasa, seni, dan budaya.
Share It On: