BRIN Tawarkan Program Insentif Akuisisi Pengetahuan Lokal kepada FBS Unesa
Surabaya, 28 April 2026 — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima kunjungan Direktur RMPI Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bapak Hendro Subagyo, M.Eng., dalam rangka penjajakan kerja sama strategis di bidang pengembangan dan penguatan pengetahuan lokal. Kegiatan ini berlangsung di ruang Dekanat FBS Unesa dan dihadiri oleh Dekan FBS Unesa Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D., Wakil Dekan Bidang I Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., serta Ibu Dr. Zulidyana Dwi Rusnalasari, M.Hum. dosen Prodi S1 Sastra Inggris yang sekaligus sebagai narahubung.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus utama diskusi adalah program insentif akuisisi pengetahuan lokal yang dikelola BRIN. Program ini bertujuan untuk mendorong dokumentasi, konversi, dan preservasi berbagai bentuk pengetahuan lokal Indonesia agar dapat menjadi sumber literasi terbuka yang kredibel dan inovatif.
Melalui program ini, sivitas akademika FBS Unesa dapat berkesempatan mengajukan karya berbasis pengetahuan lokal, baik dalam bentuk teks (buku atau manuskrip) maupun audiovisual. Karya yang diajukan akan melalui proses kurasi dan standardisasi oleh tim BRIN. Apabila memenuhi kriteria, karya tersebut dapat diterbitkan melalui Penerbit BRIN dan berpeluang memperoleh insentif setelah proses penerbitan selesai.
Direktur RMPI BRIN juga menyampaikan peluang pendampingan langsung bagi institusi. Apabila FBS Unesa mampu menghimpun sejumlah karya, sekitar minimal 40 karya. Maka tim BRIN berpotensi hadir ke kampus untuk memberikan pendampingan teknis. Pendampingan tersebut mencakup proses evaluasi sekaligus pemberian masukan agar karya yang diusulkan memenuhi standar yang ditetapkan dan berpeluang lolos sebagai penerima insentif.
Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi sivitas akademika FBS Unesa untuk lebih aktif mendokumentasikan dan mengembangkan kekayaan pengetahuan lokal dalam berbagai bentuk karya ilmiah maupun kreatif. Dengan demikian, kontribusi akademik tidak hanya berhenti pada produksi pengetahuan, tetapi juga pada pelestarian dan diseminasi kearifan lokal Indonesia secara lebih luas.
Kegiatan penjajakan kerja sama antara FBS Unesa dan BRIN ini juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penguatan literasi, riset, dan pengembangan pengetahuan lokal berbasis akademik. Selain itu, program preservasi dan dokumentasi kearifan lokal ini turut selaras dengan poin 11 tentang Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) karena berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya dan identitas lokal Indonesia secara berkelanjutan. Kolaborasi antara FBS Unesa dan BRIN juga mencerminkan implementasi poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antarinstansi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi budaya.
Share It On: