Asesmen Lapangan LAMDIK Program Studi S3 Pendidikan Seni FBS Unesa Berlangsung Kondusif dan Sarat Nuansa Akademik-Seni
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan Asesmen Lapangan Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Seni oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada 12–13 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung T2 FBS Unesa Kampus 2 tersebut menjadi momentum penting dalam upaya penguatan budaya mutu dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di lingkungan FBS Unesa.
Asesmen lapangan dilaksanakan oleh dua asesor LAMDIK, yakni Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Prof. Dr. Agus Cahyono, M.Hum. dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kehadiran kedua asesor tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi dan validasi berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan pada Program Studi S3 Pendidikan Seni.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Negeri Surabaya, yang menunjukkan komitmen institusi terhadap pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan. Dari tingkat fakultas, hadir Dekan FBS Unesa, Bapak Syafi'ul Anam, Ph.D., didampingi Wakil Dekan Bidang 1, Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., bersama tim Gugus Penjaminan Mutu Fakultas, para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, serta seluruh sivitas akademika Program Studi S3 Pendidikan Seni sebagai aktor utama dalam pelaksanaan asesmen.
Sepanjang rangkaian kegiatan, berbagai sesi diskusi, klarifikasi, serta peninjauan dokumen berlangsung secara konstruktif dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kekhasan bidang seni turut mewarnai atmosfer asesmen, menghadirkan nuansa akademik yang berpadu dengan nilai-nilai estetika, kreativitas, dan kebudayaan yang menjadi identitas Program Studi S3 Pendidikan Seni FBS Unesa.
Dekan FBS Unesa, menyampaikan bahwa asesmen lapangan bukan sekadar tahapan akreditasi, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat kontribusi keilmuan seni dalam menjawab tantangan masyarakat.
“Proses asesmen ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk terus menghadirkan pendidikan seni yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Berbagai masukan yang diberikan para asesor menjadi modal berharga bagi pengembangan Program Studi S3 Pendidikan Seni di masa mendatang,” ujar beliau.
Seluruh sivitas akademika Program Studi S3 Pendidikan Seni menunjukkan kesiapan dan sinergi yang kuat selama pelaksanaan asesmen. Interaksi yang terbangun antara asesor dengan para pemangku kepentingan berlangsung secara terbuka dan produktif, mencerminkan budaya akademik yang sehat dan semangat untuk terus bertumbuh.
Pelaksanaan asesmen lapangan ini sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya dalam mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan yang erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem penjaminan mutu dan peningkatan kualitas pendidikan doktoral di bidang seni. Selain itu, kolaborasi antara berbagai unsur pemangku kepentingan dalam proses asesmen mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga akreditasi, alumni, dan pengguna lulusan dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang berkelanjutan.
Dengan berlangsungnya asesmen lapangan ini dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan kental dengan nilai-nilai seni, besar harapan agar Program Studi S3 Pendidikan Seni FBS Unesa semakin berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi kemajuan pendidikan, kebudayaan, dan peradaban bangsa. Semoga seluruh ikhtiar yang telah dilakukan menjadi keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
Share It On: