FBS Unesa Gelar Workshop Penulisan Proposal Penelitian Bidang Bahasa Sastra dan Seni Budaya
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Workshop Penulisan Proposal Penelitian Bidang Bahasa/Sastra dan Seni/Budaya pada Kamis, 23 Januari 2026 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menyusun proposal penelitian yang berkualitas dan berdaya saing, khususnya dalam menghadapi hibah internal LPPM Unesa skema Non-APBN.
Workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FBS Unesa, Bapak Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., yang mewakili Dekan FBS Unesa Bapak Syafi’ul Anam, Ph.D.. Dalam sambutannya, Prof. Anas menyampaikan harapannya agar semakin banyak dosen FBS yang berhasil lolos pendanaan hibah internal. Menurutnya, kehadiran dua narasumber dari rumpun seni/budaya dan bahasa/sastra diharapkan dapat menjadi pencerah dalam memilih topik-topik riset yang penting, relevan, dan strategis.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ibu Prof. Dra. Pratiwi Retnaningdyah, M.Hum., M.A., Ph.D. dan Ibu Prof. Dr. Anik Juwariyah, M.Si.. Workshop dipandu oleh Ibu Dr. Putri Retnosari, S.S., M.Phil. yang bertindak sebagai MC sekaligus moderator. Pada sesi pertama, Prof. Anik memaparkan materi terkait penulisan proposal penelitian bidang seni dan budaya. Prof. Anik menekankan pentingnya pemahaman buku panduan penelitian Non-APBN, pemilihan topik riset berbasis kajian budaya, serta penerapan pendekatan new literacy studies dalam penelitian seni, budaya, desain, dan sastra. Pendekatan ini dinilai mampu menjembatani riset lintas disiplin sekaligus menghasilkan luaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Pratiwi yang membahas penulisan proposal penelitian bidang bahasa dan sastra. Dalam paparannya, Prof. Pratiwi menekankan pentingnya kebaruan riset, kejelasan state of the art, peta jalan penelitian, serta keterkaitan antara rumusan masalah, metode, dan luaran penelitian. Prof. Pratiwi juga menyoroti urgensi publikasi ilmiah bereputasi dan kontribusi riset terhadap penguatan literasi dan pengembangan kurikulum.
Workshop kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung selama kurang lebih 60 menit. Sesi ini berlangsung dinamis dan partisipatif, dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta terkait strategi penyusunan proposal, pemilihan skema penelitian, hingga pengelolaan luaran penelitian. Melalui kegiatan ini, Fakultas Bahasa dan Seni Unesa berharap dapat memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas penelitian dosen, serta mendorong lahirnya proposal-proposal penelitian yang unggul, inovatif, dan berdampak nyata bagi pengembangan ilmu bahasa, sastra, seni, dan budaya.
Share It On: